Sebagai informasi, Doctor Sleep adalah sekuel dari film berjudul The Shining yang rilis tahun 1980. Bagi yang tidak tahu, The Shining adalah salah satu film horor legendaris yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Stephen King.Film yang bahkan tidak dilirik Oscar sebagai nominasi film terbaik ini konon merupakan salah satu film horor terbaik dan berpengaruh pada masanya.

Gambar The Shining dan Doctor Sleep
The Shining dan Doctor Sleep

Berdasarkan beberapa review yang saya baca sebelum menonton Doctor Sleep, sebagian besar menyarankan untuk menonton The Shining yang telah rilis tahun 1980. Bagi beberapa review tersebut, akan membigungkan bila kamu belum menonton film sebelumnya. Tapi saya tidak mengindahkan saran itu, karena tidak punya banyak waktu (dan kuota tentu saja), lebih memilih untuk menonton langsung adalah pilihan bijak. Apalagi durasinya yang cukup panjang, 2,5 jam.

Awal yang Membingungkan

Jujur saat awal film diputar saya masih bingung dengan beberapa adegan. Antara manusia, setan atau kemampuan aneh yang mereka miliki. Termasuk asal-usul bagaimana tokoh utama bisa dijuluki Doctor Sleep. Trailer yang sudah saya nonton sebelumnya ternyata tidak banyak membantu. Masih saja kebingungan. Saat itu juga terbesit pikiran menyesal tidak menonton film sebelumnya.

Detik demi detik, menit demi menit saya lalui dengan berusaha masuk dalam cerita. Memerhatikan setiap adegan, agar tidak ada yang terlewat. Meski awalnya sedikit membingungkan, ternyata tidak menonton The Shining bukan persoalan besar. Melewati 10 menit pertama saya sudah bisa masuk ke dalam ceritanya.

Jangan bayangkan kamu akan ketakutan sepanjang film diputar seperti saat menonton Annabelle, The Conjuring atau mungkin Pengabdi Setan.

Doctor Sleep Bergenre Horor?

Meski hingga akhir film masih ada beberapa pertanyaan yang tidak terjawab—atau mungkin bisa dijelaskan oleh film sebelumnya, bagi saya film ini cukup mengesankan. Durasi yang sangat panjang dibanding film pada umumnya tidak membuat saya bosan atau mengantuk selama memandangi layar. Yang membuat saya sedikit bertanya-tanya, benarkan film ini bergenre horror?

Berkaca pada film sebelumnya, semua—kecuali mungkin Stephen King—sepakat The Shining adalah sebuah film bergenre horor yang menakutkan. Bercerita tentang hotel terkutuk dengan banyak hantu yang haus jiwa di dalamnya. Namun akan berbeda bila yang dibahas adalah Doctor Sleep. Karena ‘penjahat utama’ dalam film ini bukanlah hantu atau makluk tak kasat mata.

Sebelum kamu menonton film ini—agar tidak kecewa nantinya—saya ingin meluruskan bahwa film ini tidak akan memberikan sensasi horor seperti pada film horor pada umumnya. Jangan bayangkan kamu akan ketakutan sepanjang film diputar seperti saat menonton Annabelle, The Conjuring atau mungkin Pengabdi Setan.

Jadi buat kamu yang berniat menonton film ini karena ingin merasakan sensasi horor, sebaiknya urungkan niat menontonmu itu. Tapi bagi kamu yang suka film fantasi, sedikit horor dan penuh teka-teki, film ini sangat direkomendasikan. Jadi ya, menurut saya seharusnya film ini bergenre Fantasy dan Horror, atau Fantasy, Horror dan Thriller. Entahlah~

Tentang Doctor Sleep

Film ini bercerita tentang Danny Torrance, Sang “Doctor Sleep” yang sudah beranjak dewasa dan hidup seorang diri. Memiliki janggut tak terawat dengan wajah yang musam menandakan hidupnya yang sedang tidak baik-baik saja. Semakin diperjelas dengan kecanduannya terhadap alkohol yang akut. Namun dipenghujung film kamu akan tahu alasan sebenarnya ia memilih menjadi pecandu.

Gambar Abra dalam Film Doctor Sleep
Abra dalam Film Doctor Sleep

Bertahun-tahun Dan tidak bisa lepas dari suara-suara aneh yang kerap menghantuinya, sampai memutuskan untuk pindah dan menemukan teman baru yang membuatnya lebih bisa menjalani hidup normal. Tapi ternyata tidak sepenuhnya normal, karena di sini petualangan barunya dimulai.

Gambar The True Knot (dalam Film Doctor Sleep)
The True Knot (dalam Film Doctor Sleep)

Berkenalan dengan seorang sahabat pena bernama Abra yang ternyata juga memiliki sinar jauh lebih kuat dari dirinya hingga menemukan “The True Knot”, sekelompok orang-orang aneh dengan kemampuan jahat yang menakutkan. Semua kejadian itu membuatnya kembali ke Overlook, hotel tempat masa lalunya yang kelam.

Film Horor yang Menyenangkan

Sangat sedikit unsur horor dalam film ini, mungkin sekitar 10% dari keseluruhan film. Yang membuat film ini menarik adalah perpaduan unsur fantasi, horor dan triller di dalamnya. Kamu akan diajak menyelam untuk mengenal setiap tokoh secara detail. durasi yang sangat panjang membuat film ini bisa membangun pondasinya dengan sangat kuat.

Apa bisa dikatakan ini adalah sebuah penyajian film horor dengan gaya baru? Bagi saya film tidak menakutkan—meski ada beberapa adegan jumpscare—melainkan film horor yang menyenangkan. Tidak selalu berkaitan dengan jumpscare atau setan yang tak kasat mata. Karena sebenarnya ada manusia yang bahkan bisa jadi ‘lebih setan’ dibandingkan setan.

Doctor Sleep akan membawamu pada sensasi baru menonton film horor dengan sentuhan bumbu fantasi dan efek visual yang pas, tidak berlebihan. Bahkan durasi 2,5 jam terbilang masih kurang. Hal ini karena sebagian besar durasi film dipakai untuk pengenalan tokoh yang membuat klimaksnya bagi saya belum cukup kuat.

Kesimpulan

Film ini tetap menghibur, sebuah pengalaman menonton film horor dengan gaya baru. Pecinta jumpscare disarankan tidak menonton bila tidak ingin kecewa. Penyuka fantasy mungkin bisa meluangkan waktunya menonton film ini, karena horornya saya rasa tidak begitu menakutkan.

Penonton baru yang belum menonton The Shining jangan ragu, masih bisa masuk ke ceritanya, kok. Aman. Saya buktinya.

Akhir kata, ulasan film Doctor Sleep ini saya tutup dengan memberikan rating 7/10. Selamat menonton.

Please follow and like us: