Harta yang paling berharga, adalah keluarga.
Istana yang paling indah, adalah keluarga.

Perkenalkan beberapa Pemeran Utama Film Keluarga Cemara:

  • Ringgo Agus Rahman sebagai Abah

Abah, dalam film ini digambarkan sebagai orang yang kuat di luar namun sebenarnya sangat rapuh di dalam. Ia yang menjadi tulang punggung keluarga merasa harus menanggung seluruh beban dan tanggung jawab keluarga. Meski begitu terkadang itu yang membuatnya terlihat egois keras pada anak-anaknya, padahal niatnya hanyalah ingin yang terbaik. Sebagai kepala keluarga, ia merasa harus melakukan itu.

  • Nirina Zubir sebagai Emak

Emak, digambarkan sebagai wanita yang tegar, baik dan lembut pada anak-anaknya. Emak adalah istri yang sangat patuh pada abah dan berbakti. Meski sudah bangkrut, emak tetap setia pada Abah. Bahkan ia juga rela ikut bekerja demi menghidupi keluarga. Ia juga seringkali menjadi penengah antara Abah dan Euis.

  • Adhisty Zara atau Zara JKT48 sebagai Euis

Euis, di film ini karakternya sedikit berbeda jika dibandingkan dengan di serialnya dulu. Jika Euis dulu digambarkan sebagai sosok yang kuat, penuh percaya diri dan dewasa, maka di sini digambarkan sebagai sosok yang sedikit labil. Masa-masa transisi dari kehidupan mewah di kota memberikan gejolak batin dalam dirinya. Apalagi usianya yang masih remaja.

Konflik batin ini terlihat jelas, bahkan meski hanya lewat mimik wajah dan gestur tubuh. Saya memberikan standing ovation untuk penampilan Zara dalam film ini. Terlepas dari semua aktor dalam film ini memang bermain luar biasa. Euis dalam film ini adalah sosok pendiam dan lebih suka memendam masalah sendiri. Konflik ini yang terus dibawa hingga memuncak di bagian klimaks.

  • Widuri Putri Sasono sebagai Ara

Ara, sama seperti serialnya dulu. Ara digambarkan sebagai anak perempuan berusia 7 tahun yang begitu ceria, percaya diri dan polos. Bahkan di beberapa kesempatan kepolosannya dalam berbicara membuat penonton tertawa, tersenyum dan menitikkan air mata di waktu bersamaan.

Sebenarnya ada satu lagi tokoh utama dalam serial yang tidak diceritakan dalam film ini. Dia adalah Agil si anak bungsu. Di serialnya sendiri ia digambarkan sebagai anak yang manja dan kadang suka usil. Entah apa alasan ia tidak disertakan dalam film ini. Namun itu tidak mengurangi kualitas film ini sama sekali.

Menurut saya, dari segi, cerita ada empat jenis film di dunia ini.

Pertama, ide luar biasa dibalut dengan jalan cerita luar biasa. Menghasilkan film berkualitas. Ada banyak film seperti ini dan sukses masuk box office, bahkan penghargaan nasional hingga macanegara.

Kedua, film biasa dibalut dengan jalan cerita biasa. Hasilnya? Sudah bisa ditebak, banyak sekali film seperti ini beredar. Kebanyakan hanya mengandalkan nama besar aktor atau promosi gencar. Hasilnya tentu sudah bisa diprediksi. Tidak lebih dari dua pekan pasti sudah turun layar. Bahkan bisa lebih buruk, belum genap seminggu sudah tak ada di bioskop.

Ketiga, ide luar biasa dengan penyajian biasa. Ada banyak juga film seperti ini. Ide unik dan segar, tapi justru berakhir mengecewakan. Ini tidak lain karena karakter yang kurang kuat dari tiap tokoh, adegan yang terlalu dipaksa atau faktor lainnya. Bisa juga karena dana syuting yang terbatas.

Keempat dan terakhir. Mungkin film seperti ini yang jarang kita temukan. Karena memang sangat jarang ada yang bisa membuatnya. Film biasa dibalut dengan penyajian spektakuler. Seperti film Ciderella atau sejenisnya. Berapa kalipun diadaptasi ulang, kalau kamu bisa menyajikan dengan luar biasa orang-orang akan rela antri untuk menonton.

Nonton Film Keluarga Cemara
Tiket nonton keluarga cemara

Nah, jenis film keempat adalah jenis yang tepat untuk menggambarkan film Keluarga Cemara. Berapa rating untuk film ini? Saya pribadi memberikan 8,9/10.

Film Keluarga Cemara adalah film adaptasi dari serial televisi keluarga di tahun 90-an yang juga diangkat dari sebuah novel dengan judul sama karya Arswendo Atmowiloto. Anak-anak era 90-an tentu tahu serial legendaris ini. Salah satu sinetron anak berkualitas. Ada ekspektasi tinggi dari anak-anak era 90-an yang sukses dibayar lunas oleh Yandy Laurens, sang Sutradara.

Ceritanya bisa dikatakan sangat-sangat sederhana. Dari segi ide cerita tidak ada yang spesial. Berkisah tentang keluarga kaya raya yang jatuh miskin akibat tertipu rekan bisnis. Lalu memulai hidup baru di desa dengan kehidupan serba kekurangan. Dari segi ide, kamu mungkin akan membayangkan kalau film ini akan membosankan.

Iya, idenya memang biasa. Tapi jalan cerita dan setiap aktor, penata musik, penata suara dan semua elemen yang mendukung film ini mampu membuatnya menjadi luar biasa. Nyaris tanpa cela. Dalam film ini sebenarnya terdapat ‘iklan’ yang hampir ditampilkan di setengah bagian film, tapi itu tidak mengganggu dan justru menyatu dalam film.

Kaum melankolis mungkin akan mewek sejak awal film diputar, karena dalam film ini begitu banyak konflik keluarga yang terjadi sejak awal. Meski inti ceritanya sama, tapi untuk jalan cerita agak sedikit berbeda dengan sinetronnya dulu. Film ini mengambil isu dan setting masa kini.

Konflik yang disuguhi begitu real dan sangat dekat dengan setiap keluarga Indonesia. Dan hebatnya dibawakan oleh pemain-pemain terbaik. Hanya dengan mimik wajah saja kamu sudah bisa merasakan konflik yang dialami setiap tokoh.

Show don’t tell, begitu kata para penulis senior mengenai bagaimana cerita fiksi yang baik. Ditambah setiap dialog yang begitu mengena. Bahkan ada satu dialog di bagian klimaks yang jleb banget, kamu enggak bakal nyangka apa yang akan dikatakan Euis pada Abah saat itu.

Setiap karakter—bahkan pemain yang hanya muncul tidak lebih dari 1 menit—mempunyai peran penting. Tidak ada yang sia-sia. ‘Sahabat’ Euis, penumpang ojek online, karyawan Abah atau Tante Pressier yang hanya tampil di beberapa adegan memiliki peran penting.

No spoiler. Saya tidak akan menceritakan film ini seperti apa, kamu harus menontonnya sendiri. Rugi kalau sampai engga!

Keluarga Cemara adalah sebuah film keluarga di awal tahun yang sangat direkomendasikan. Tidak berlebihan kalau saya memberikan rating tinggi untuk film ini. Meski masih terlalu dini, tapi saya bisa mengatakan bahwa Keluarga Cemara adalah salah satu film terbaik Indonesia tahun ini. Bahkan saya nyaris tidak ingat kapan terakhir kali menonton film Indonesia selain horor dan komedi yang sebagus ini.

Setelah selesai menonton film ini, kamu mungkin ingin segera pulang dan berkumpul bersama keluarga. Seperti tagarnya, #kembalikekeluarga.

Please follow and like us: