Deadpool adalah anti-hero nyeleneh produksi 20th Century Fox berdasarkan karakter komik Marvel. Siapa sangka, dengan budget minimalis Deadpool sukses masuk sebagai salah satu film box office tahun 2016. Karena antusiasme luar biasa ini lah yang membuat lahirnya sekuel Deadpool 2.

Bukan tanpa alasan. Tokoh utama yang diperankan Ryan Reynold dengan karakter ‘unik’ ini bisa dibilang adalah daya tarik utamanya. Berbeda dibandingkan film superhero pada umumnya, film anti-hero ini menyajikan humor-humor segar yang dibalut dengan adegan cukup sadis. Mungkin agak sedikit psyco, karena beberapa adegan sadis dalam film ini justru yang akan membuatmu tertawa hingga terpingkal-pingkal.

Nonton Film Deadpool 2

Di beberapa trailer sudah diperlihatkan bagaimana kocaknya Ryan Reynold dalam memerankan tokoh Wade Wilson. Salah satu yang sering disinggung dan mengocok perut adalah bagian di mana ia menyinggung banyak film atau tokoh film lain. Saya tidak ingin menyebutkan karena sepertinya itu termasuk spoiler.

Untuk menikmati ‘joke receh’ tersebut, sepertinya kamu harus punya banyak wawasan soal film hollywood. Orang yang tidak terlalu suka menonton film mungkin akan melongo dan “krik-krik” saat menonton. Seperti yang banyak orang alami waktu menonton film ini.

Di beberapa kesempatan hanya saya sendiri yang tertawa, sedangkan penonton lain hanya menatap heran tanpa mengerti maksud lawakan itu. Bisa dibayangkan bagaimana akward-nya moment itu. Besyukurlah karena ruangannya gelap, jadi saya tidak jadi pusat perhatian utama.

Untuk mengerti apa yang diperbincangkan, selain punya banyak wawasan soal film hollywood, yang tak kalah penting kamu juga harus menonton film pertamanya. Banyak adegan dalam film ini yang membuatmu harus mengingat-ingat kembali apa yang terjadi di film pertama. Siapa si A? Apa yang dia kerjakan? Mengapa begini? Mengapa begitu dan seterusnya yang tidak dijelaskan di Deadpool 2. Oleh karena itu, usahakan tonton dulu film pertamanya, ya.

Dari jalan cerita, sebenarnya alur film yang disutradarai oleh David Leitch ini cukup ringan. Dalam trailer sudah diceritakan secara singkat bahwa Wade Wilson alias Deadpool sedang dalam tugas menyelamatkan seorang bocah mutan bernama Russel (diperankan oleh Julian Dennison) dari ancaman pembunuhan ‘Cyborg’ yang datang dari masa depan bernama Cable (diperankan Josh Brolin yang juga pemeran Thanos dalam film Avengers: Infinity War).

Deadpool sampai harus membentuk kumpulan super-hero (atau Anti-hero, entahlah apa namanya) bernama X-Force untuk melakukan misi penyelamatan. Tapi bagi kamu yang menantikan aksi mereka mungkin akan siap-siap kecewa. Pasalnya, hampir semua anggota X-Force tidak mendapatkan banyak porsi. Hanya Domino (diperankan oleh Zazie Beetz) dengan ‘keberuntungannya’ yang mendapatkan porsi lebih banyak dan bersanding dengan Deadpool sebagai partner.

Awalnya, tidak perlu waktu lama bagi kamu untuk menentukan bahwa villain dalam film ini adalah Cable. Yah, meskipun film ini tergolong sederhana, tapi tidak sesederhana itu. Jika kamu memerhatikan setiap adegan dengan lebih detail, sebenarnya clue kejutan sudah cukup nampak. Jadi, siapa villain yang sebenarnya? Yuk, nonton di bioskop kesayanganmu.

Deadpool adalah superhero paling kocak sekaligus paling sadis yang pernah ada. Mungkin julukan itu cukup tepat. Atau mungkin bisa dikatakan Deadpool adalah superhero psikopat.

Seandainya ada Doraemon dalam film ini, sudah pasti ia akan menggunakannya mesin waktu untuk menolong orang-orang tersayangnya yang telah mati. Atau mungkin menggunakan pintu kemana saja saat untuk pergi ke tempat para penjahat, tidak perlu lagi menggunakan taksi dengan supir laki-laki keturunan India yang suka mengoceh.

Terakhir, dalam review Deadpool 2 ini saya ingin memberikan rating 7/10 untuk aksi Wade Wilson kali ini. Ada minus di beberapa bagian menurut saya, seperti peran Negasonic Teenage bersama kekasihnya yang bisa dibilang tidak terlalu penting, meskipun di akhir datang sebagai penolog.

Tetap saja film ini masih sangat layak untuk dinikmati sebagai hiburan. Lawakan yang ditampilkan sangat berkelas dan pastinya akan mengocok perutmu hingga film berakhir.

Tapi ingat, film ini punya rating 17 tahun ke atas. Jangan bawa anak, adik, atau keponakanmu yang belum cukup umur untuk menonton film ini. Tapi sayangnya penonton di samping saya yang merupakan seorang ibu muda sama sekali tidak mengerti hal itu. Ia dengan santainya menonton bersama anaknya yang kira-kira berusia kurang dari 2 tahun. Sangat disayangkan.

Oke, akhir kata, selamat menonton!

Please follow and like us: