Saya lebih suka judulnya begitu saja. Karena jujur, jalan cerita film ini menurut saya biasa saja. Yang membuatnya sedikit lebih spesial mungkin karena adanya hubungan dengan Avenger 4 atau Avengers: End Game yang akan tayang bulan depan. Selebihnya? Bercerita tentang kisah awal mula lahirnya pahlawan super yang super duper kuat dan beberapa misteri sebelum lahirnya Avengers.

Tiket Captain Marvel

Well, sebelum membahas soal film, saya ingin sedikit flash back. Sebelum bisa menonton di bangku urutan ke empat dari belakang, saya harus berburu pre-sale di M-TIX. Ya, sejak tanggal 1 Maret tiketnya sudah saya dapat—5 hari sebelum penayangan perdana. Berasumsi semoga jam dan hari itu tidak ada halangan sehingga saya bisa nonton tepat waktu.

Harapannya begitu, tapi ternyata saat hari H ada sedikit masalah. Ada beberapa job yang harus diselesaikan sebelum berangkat. Jadwal pada tiket tertulis pukul 14.05, tapi saya baru masuk ke bioskop pukul 14.30. Terlambat 25 menit. Dengan asumsi iklan 10 menit, kemungkinan saya tertinggal penayangan film selama 15 menit. Saat itu fiilm sudah mulai dengan adegan pertempuran  antara Bangsa Kree melawan Bangsa Skrull.

Filmnya bagus

Jujur, saya selalu menaruh ekspektasi tinggi terhadap setiap film marvel sejak Avengers Pertama. Meski tidak semu filmnya saya tonton langsung di bioskop, tapi hampir tidak ada yang mengecewakan. Apalagi setelah menonton Infinity War, ekspektasi tinggi kian menggebu.

Sebenarnya film ini bagus, tidak buruk untuk jadi hiburan. CGI keren dan joke yang kerap menjadi ciri khas Marvel tetap jadi data tarik. Hampir semua penonton ikut larut dalam joke-joke yang dihadirkan. Bercerita tentang seorang wanita yang pantang menyerah meski berkali-kali gagal. Dari banyak yang meremehkan hingga mampu menjadi pahlawan penyelamat dunia.

Mungkin yang membuat film ini mengecewakan adalah ekspektasi tinggi saya. Terkesan seadanya dan hanya jadi jembatan menuju Avengers: End Game. Kalau di anime biasa disebut “filler”, tidak ditonton tidak masalah, ditonton juga tidak apa-apa. Hanya untuk hiburan semata. Meski berdurasi 2 jam lebih, film ini tidak lebih dari sebuah ‘film perkenalan’ untuk Captain Marvel, sosok yang digadang-gadang akan mengalahkan Thanos.

Bahkan rasanya post-credits lebih berharga dari keseluruhan isi film. Meski begitu film ini berisi beberapa adegan menarik yang patut kalian saksikan. Seperti kucing bernama Goose dan awal mula mata satu nick Fury.

Misteri yang Terpecahkan

Selain memang film ini jauh dari ekspektasi saya—ya, penggemar hanya bisa berekpektasi—film ini juga cukup bisa dinikmati, terutama bagi penggemar film-film marvel atau hiburan sambil menunggu “End Game” di bulan depan.

Beberapa di antaranya adalah cerita tentang kucing bernama Goose, misteri mata satu Nick Fury, kekuatan Captain Marvel dan awal mula lahirnya avengers. Anda tidak akan menyangka kalau ternyata Goose punya peran sangat penting untuk menyelamatkan dunia, begitu pula sejarah mata satu Nick Fury yang melegenda. Misteri seberapa tangguhnya Captain Marvel—pahlawan super paling kuat milik Marvel—akhirnya terpecahkan dalam film ini. Ada yang penasaran? Menonton film ini menjawab semua rasa penasaran itu. Mari kita ulas satu-satu.

Goose, Kucing Penyelamat Dunia

Goose, Kucing legend dalam Film Captain Marvel

Di awal poster Captain Marvel terpajang seekor kucing. Mungkin banyak yang berpikir kalau itu hanya kucing peliharaan biasa. Tidak, sama sekali tidak. Kucing yang bernama Goose ini ternyata merupakan salah satu ‘aktor utama’ dalam film. Aktor penting. Bahkan ia hampir selalu hadir di setiap adegan dengan aksi lucu nan menggemaskan. Bukan itu saja, ia juga merupakan salah satu pahlawan yang menyelamatkan dunia.

Kekuatan Captain Marvel

Banyak yang bertanya-tanya mengenai seberapa tangguhnya Captain Marvel. Dalam beberapa ulasan sebelum film ini tayang sudah banyak yang memprediksi bahwa Carol Danvers akan menjadi pahlawan super milik marvel yang terkuat, bahkan beberapa menganggap Captain Marvel lebih kuat dibanding Thanos. Benarkah? Dalam trailer-trailer yang sudah dirilis juga sudah diperlihatkan bagaimana tangguhnya wanita ini.

Dalam film ini kamu akan menyaksikan kekuatan Captain Marvel yang sesungguhnya. Captain America, Iron Man atau bahkan Dewa Petir—Thor—sekalipun sepertinya tidak akan mampu menandinginya. Saking kuatnya, Thanos mungkin bukan tandingannya. Padahal kekuatannya didapat dari kecelakaan, tapi bisa-bisanya jadi sekuat itu. Ya, untuk lebih jelas lebih baik nonton saja langsung.

Dibandingkan Pahlawan Super Tetangga

Sejak lahirnya film Avengers dan diikuti oleh Liga Keadilan dari tetangga sebelah, semua film Marvel nyaris selalu dibandingkan, termasuk film ini. Dari film-film sebelumnya marvel sukses mengukuhkan diri sebagai film yang lebih baik. Menggunakan aktor kawakan serta budget lebih besar justru tidak membuat tetangga sebelah meraup sukses yang sama. Marvel yang lebih banyak menggunakan aktor-aktor ‘kelas 2’ justru mampu lebih sukses dengan film-filmnya.

Tapi kali ini berbeda. Saya bisa katakan, dibanding pahlawan super wanita milik tetangga sebelah, kualitas Captain Marvel kalah jauh. Meski kalau diadu kekuatannya tentu milik tetangga akan kalah telak. Tapi dari segi jalan cerita, akting, karakter dan faktor pendukung lainnya film tetangga sebelah yang terbaik. Tidak bisa dipungkiri.

Mata satu Nick Fury

Ada yang penasaran kenapa mata Nick Fury yang satu lagi harus ditutup? Mungkin ini misteri yang paling dinanti jawabannya. Dalam trailer yang beredar terlihat Nick Fury tampak lebih muda dengan mata yang masih normal. Namun ternyata di akhir film akan diketahui ‘apa’ penyebab mata yang satunya harus ditutup. Dan pasti tidak akan ada yang menduga. Penasaran? Ah, paling juga udah banyak yang spoiler.

Yak, sebenarnya film ini tidak buruk-buruk amat. Bagus. Untuk yang baru nonton film marvel ya pasti akan takjub. Terutama dengan efek CGI yang biasa dipertontonkan. Pokoknya juara kalau urusan itu. Tapi, buat kami para penggemar film marvel sulit untuk tidak kecewa. Ceritanya jauh dari ekspektasi.

Film terkesan tidak dikerjakan serius dan hanya menjadi pembuka sebelum Anvengers: End Game tayang bulan depan. Ada juga yang menduga kalau hal ini hanya strategi marvel agar lebih banyak lagi penggemar yang datang untuk menonton bulan depan. Atau karena semua lebih fokus pada penggarapan Avengers. Entahlah.

Apa pun itu, film ini masih layak untuk jadi hiburan. Ya, hanya hiburan. Rating? Dari saya, maaf, 5,5/10. Jauh dari ekspektasi. Oh iya, sekali lagi saya ingatkan. Jangan lupa untuk menonton sampai akhir, maksud saya adalah sampai benar-benar berakhir. Karena post-credit pada film ini sangat-amat penting. dua kali, ya! Di bagian tengah ending dan benar-benar ending.

Please follow and like us: