Mungkin banyak di antara teman-teman yang sudah lama menantikan film ini. Dengan promosi yang gencar dan kesuksesan film-fim sebelumnya, tidak salah jika kita—para penggemar marvel—menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap film ini. Apalagi film ini menampilkan hampir semua superhero milik Marvel.

Dengan ekspektasi yang sangat besar dari para penggemar, MCU (Marvel Cinematic Universe) mendapatkan sebuah tantangan yang cukup berat untuk menyajikan sebuah mahakarya yang fantastis. Tidak heran jika biaya produksi film ini ditaksir mencapai lebih dari $ 300 juta, menjadikannya sebagai film dengan biaya produksi termahal kedua sepanjang sejarah. Dengan budget sebesar itu, bisa dibayangkan bagaimana seriusnya MCU dalam menggarap film ini.

Bagi yang belum tahu (tapi saya kira hampir semua orang dewasa di bumi ini sudah tahu), Avengers: Infinity War adalah seri ketiga dari film The Avengers, yang pertama adalah The Avengers, dan yang kedua adalah Avengers: Age of Ultron. Bercerita tentang kumpulan superhero marvel yang bersatu menumpas kejahatan, seperti Iron Man, Captain America, Hulk, Thor, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kembali ke Infinity War, saya menonton film ini di hari kedua penayangan. Sebenarnya saya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk menonton di hari pertama. Tapi apa daya, kesibukan dunia nyata tidak bisa ditolerir, sehingga keinginan menonton di hari pertama harus dikubur dalam-dalam. Seperti film yang tengah booming pada umumnya, pasti akan ada banyak sekali spoiler-spoiler bertebaran. Mulai dari status di media sosial, macam-macam meme dan grup aplikasi messenger. Resiko tidak menonton di hari pertama ya begitu, suka tidak suka.

Belum lagi antusiasme penonton yang sudah pasti menggebu-gebu. Bahkan yang saya lihat melalui salah satu aplikasi pemesanan tiket online, bangku paling depan pun terisi penuh, padahal jam tayang sudah diperbanyak. Entah karena saking pengin nonton lebih dulu atau karena b**o. Jelas sekali kan, mendongak hampir 3 jam bikin leher pegel, Coy!

Tiket Avengers: Infinity War
Tiket nonton Avengers: Infinity War di CGV (bukti kalau saya emang pergi nonton :v)

Oke, lanjut. Saya sebenarnya ingin membeli via aplikasi online, tapi karena takut jadwalnya bentrok dan berbagai kemungkinan lain, akhirnya beli langsung di lokasi. Tiba jam 6 sore, saya terpaksa harus bersabar karena kebagian nonton di jam 8 malam. Sebenarnya bisa saja saya memilih nonton di jam 6 atau jam 7, tapi hanya tersedia bangku kosong di bagian depan saja. Bagian belakang sudah penuh! Saya bukan orang b**o yang mau mendongak hampir 3 jam hanya karena tidak sabaran dan harus membayar dengan harga sama.

Trans Studio Mini
Membunuh waktu dengan bermain di trans studio mini

Ini di Lombok, bayangkan apa yang terjadi dengan bioskop di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya? Seorang teman yang ditanggal di Jakarta bahkan mengatakan bahwa tiket untuk menonton Avengers sudah penuh hingga 2 minggu ke depan, gila! Antusiasme yang sangat luar biasa. Jadi ini juga bisa jadi pelajaran buat teman-teman yang ingin menonton, sebaiknya pesan tiket via online saja. Atau kalau tidak bisa ya harus datang lebih pagi. Yang jelas, jangan mau nonton dari barisan depan, rugi!

Jeng jeng jeeeeeng, setelah berkeliling mall dan melakukan banyak hal untuk membunuh waktu, akhirnya saat yang dinanti-nanti tiba. Avengers: Infinity War siap tayang! Di sini saya tidak ingin spoiler terlalu jauh—mungkin sedikit saja :D. Walaupun begitu, saya kira teman-teman yang belum sempat menonton pasti sudah dapat banyak spoiler dari berbagai meme atau status dan komentar di media sosial. Ya, mau bagaimana lagi, antusiasme penonton Indonesia terhadap film ini sangat tinggi. Bukan hanya Indonesia, tapi juga dunia. Jadi, yang ketinggalan nonton di hari pertama harus siap-siap mendapatkan spoiler secara paksa. Ha ha :v

Sebagai penggemar setia superhero Marvel, khususnya Iron Man, tentu saja film ini adalah yang paling saya tunggu-tunggu. Sejak terakhir menonton Captain America: Civil War pada tahun 2016 yang bercerita tentang perpecahan The Avengers menjadi dua kubu, lalu Guardians of The Galaxy vol 2, dan yang terakhir ada Thor: Ragnarok (Black Panther terlewat), saya semakin penasaran dengan film terakhir dari seri The Avengers ini. Karena dari film-film itu, selalu ada hal baru. Menonton film marvel seperti menonton serial dengan banyak tokoh utama.

Kembali ke bioskop, seperti ciri khas film MCU lainnya, selalu saja ada hal-hal lucu yang diperlihatkan melalui adegan atau percakapan dalam film ini, meskipun si superhero sedang dalam kondisi hidup dan mati. Sebenarnya kurang logis kalau dipikir, bagaimana mungkin seseorang bisa melucu dalam kondisi nyawa terancam? Tapi begitulah The Avengers, meskipun kadang terlalu berlebihan, tapi ternyata banyak yang suka hal semacam itu.
Di bagian pembuka kita sudah disuguhi dengan adegan menyayat hati. Thanos, sang musuh utama sudah muncul di bagian awal bersama dengan Thor, Loki dan beberapa penduduk Asgard yang sedang dalam perjalanan mengungsi ke Bumi (kisah sebelumnya dijelaskan dalam film Thor Ragnarok). Bisa dibayangkan apa yang terjadi? Yah, yang jelas adegan ini akan membuat Thor semakin terluka. Yah, sepertinya teman-teman sudah tahu apa yang saya maksud. Ups :v

Oke, seperti di trailernya, film ini juga akan menyatukan kembali dua kubu yang sempat berpisah, Tim Captain America dan Tim Iron Man. Dua kubu tersebut bersatu melawan satu makluk besar. Ya, besar sekali. Ukuran badannya sepantaran Hulk, hanya saja Thanos memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.

Anyway, sebelum menonton film ini saya sempat berpikir, bagaimana bisa kumpulan superhero sebanyak itu kalah hanya melawan satu orang? Meskipun dibantu oleh kekuatan batu abadi (aka Batu Akik kalau di Indonesia), tetap saja tidak masuk akal. Mari kita absen satu persatu superhero yang hadir, mulai dari Iron Man, Captain America, Thor, Spider Man, Hulk, Loki, Vision, Black Widow, Scarlet Witch, War Machine, Falcon, Winter Soldier, Doctor Strange, Star Lord, Gamora, Drax, Groot, Rocket Raccoon, Black Panther, dan berbagai pasukan lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena tidak disebutkan namanya dalam film.

Nah, kan? Bagaimana mungkin superhero sebanyak itu bisa kalah melawan satu orang? Jadi bayangan saya sudah pasti mereka akan menang, sama seperti film-film superhero pada umumnya. Mungkin banyak di antara teman-teman yang berpikir serupa. Tapi ternyata cara kerjanya bukan kroyokan seperti yang saya bayangkan. Yah, yang jelas akhir dalam film ini mungkin bisa jadi berbeda dibandingkan ekspektasi banyak orang. Bagi saya ini sangat mengecewakan. Di luar dari jalan cerita dan efek visual yang keren, tetap saja akhirnya mengecewakan.

Dari trailer-trailer sebelumnya, diperlihatkan Thanos sudah memiliki dua batu abadi. Dikisahkan, jumlah batu akik ini ada 6 dan setiap batu memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Space Stone memiliki kemampuan energi terbarukan, Mind Stone untuk mengendalikan pikiran, Reality Stone, Power Stone, Time Stone, dan Soul Stone. Jadi ini bukan batu akik biasa, ya. Jangan samakan dengan batu akik di Indonesia yang banyak sekali jenisnya itu.

Tujuan Thanos mengumpulkan batu akik untuk apa? Konon ia ingin menyelamatkan alam semesta, tapi dengan caranya sendiri. Film ini berdurasi 2,5 jam. Lama banget, Coy! Jadi nanti akan diceritakan mengapa ia memilih cara itu, atau seperti apa Thanos yang sebenarnya. Jadi bukan hanya superhero yang ditonjolkan, tapi penjahatnya juga. Inilah kelebihan film ini, kita jadi tahu bahwa penjahat juga punya sisi ‘manusiawi’. Punya rasa dan bisa berempati.

Selain Thanos, semua karakter superhero dalam film ini juga ditampilkan dengan porsi yang pas. Jadi, penggemar masing-masing superhero tidak akan kecewa karena kemunculan karakter favoritnya yang minim. Sekali lagi, film ini 150 menit, Coy! Jadi tenang saja, bahkan karakter yang tidak terlalu penting juga punya porsi yang pas dalam film ini. Meskipun karakter utama dalam film ini adalah Iron Man, tapi saya rasa tidak ada karakter yang terlalu menonjol dalam film ini.

Meskipun durasinya sangat lama, tapi film ini tidak membosankan, setiap adegan yang ditampilkan selalu penting. Bahkan untuk berkedip saja mungkin teman-teman harus mencari momen yang pas agar tidak melewatkan bagian serunya.

Banyak kejutan, seperti spoiler yang teman-teman sudah ketahui dari berbagai media, akan ada beberapa superhero yang mati, beberapa mendapatkan senjata baru, beberapa lainnya menghilang, hingga Indonesia yang disangkut-pautkan. Untuk yang terakhir sebenarnya saya agak ragu, hanya saja ya begitu, bingung menjelaskannya. Jadi nonton saja, ya. :v

Buat yang belum pernah menonton film marvel sebelumnya jangan khawatir, karena dijamin tidak akan berpengaruh banyak, teman-teman akan tetap paham alur ceritanya. Tapi mungkin setelah menonton film ini, kalian akan penasaran dan pengin nonton film Marvel yang lain, khususnya superhero yang masuk dalam film ini. Seperti Guardians of The Galaxy, Captain America, Thor, Black Panther, Iron Man, Hulk, Doctor Strange, Ant Man, hingga The Avengers seri sebelumnya. Dijamin!

Oh iya, sebelum saya menutup ulasan kali ini, saya ingin memberi bintang 8/10 untuk kualitas secara keseluruhan film ini. Meskipun agak kecewa dengan akhir yang seperti itu, tetap saja jalan ceritanya sangat luar biasa.

Terakhir, seperti ciri khas film MCU, teman-teman harus nonton filmnya sampai selesai, maksud saya adalah benar-benar selesai. Setelah kredit semua nama pemain, sponsor dan lain-lain, akan ada clue mengenai kelanjutan dari film ini. Kelanjutan yang akan bikin teman-teman mikir, “Oh, itu lambang Captain ….” :v

Oke, akhir kata, selamat menonton. :*

Please follow and like us: