Super hero mana yang akan mati? Ya, sepertinya banyak yang bertanya-tanya seperti ini. Apalagi setelah banyak spoiler yang beredar. Sengaja atau tidak, sebagian besar yang belum menonton pasti sudah membaca banyak spoiler yang beredar. Tapi tentu saja, di sini saya tidak ingin memperjelas, karena tujuan artikel ini murni hanya mengulas, bukan spoiler. Oke? 😀

Setelah menanti setahun lamanya sejak Avengers Infinity War (2018), akhirnya Avengers: End Game (2019) resmi tayang sejak 24 April 2019. Terlihat antusias yang luar biasa di seluruh bioskop di Indonesia. Terlihat jelas dari tiket yang terjual habis, bahkan hingga bangku terdepan sejak presale di TIX ID dibuka.

Apa sebanyak itu penggemar marvel di Indonesia? Bisa iya, bisa juga tidak. Yang jelas, Marvel Cinematic Universe beserta kumpulan superheronya menjadi semakin terkenal sejak film pertama The Avengers hingga puncaknya ketika penayangan Avengers: Infinity War. Kesuksesan tersebut tampaknya membuat super hero tetangga ‘menirunya’. Sayang antusiasnya tidak sebesar The Avengers dan banyak mendapat kritikan.

Belum seminggu penayangan, ada banyak cerita menarik yang beredar di lini masa media sosial saya. Dimulai dari spoiler—pembaca pasti sudah banyak yang membacanya secara sengaja atau tidak. Ada juga kisah ‘pejuang subuh’ dadakan demi menyaksikan film Avengers: End Game di hari perdana. Atau beragam meme dan quote bertebaran. Dari itu semua tentu yang paling menarik adalah; siapa superhero yang mati?

Persiapan Menonton

Film ini memiliki durasi 3 jam lebih 1 menit, sangat-sangat lama kalau dibandingkan dengan film Indonesia umumnya yang biasanya berdurasi hanya 1 jam 30 menitan. Jadi buat kamu yang ingin menonton, disarankan untuk makan yang cukup agar tidak kelaparan dan buang air sebelum nonton. Dan untuk yang tidak tahan dingin sebaiknya membawa jaket yang cukup tebal.

Selain itu, sangat disarankan untuk menonton beberapa film The Avengers sebelumnya. Saran ini khusus yang belum lama atau baru pertama kali menonton film Marvel. Karena jika tidak, kemungkinan kamu akan mengganggu teman sebelah dengan beragam pertanyaan semacam “Itu siapa? Kenapa begitu? Kenapa begini?” dan lain-lain. Bukan mengganggu, tapi sangat sangat mengganggu.

Memang sih, film ini cukup aman untuk kamu yang belum lama atau baru pertama kali mengikuti film marvel. Tapi tetap saja, pasti ada sedikit banyak pertanyaan yang munculu dibenak ketika melihat banyaknya superhero yang muncul dengan kekuatan yang berbeda-beda.

Tidak perlu menonton semua filmnya, cukup film Avengers saja. The Avengers (2012), Avengers: of Ultron (2015) dan Avengers: Infinity War (2018). Tapi tentu kurang lengkap rasanya. Kalau kamu punya waktu lebih bisa saja menonton semua filmnya.

Agar keterkaitan satu cerita dan lainnya lebih jelas, lebih baik filmnya ditontan beruntun dari awal. Dimulai dari:

MCU fase pertama – fase ketiga
  1. Iron Man 1 (2008)
  2. Incredible Hulk (2008)
  3. Iron Man 2 (2010)
  4. Thor (2011)
  5. Captain America: The First Avengers (2011)
  6. The Avengers (2012)
  7. Iron Man 2 (2013)
  8. Thor: The Dark World (2013)
  9. Captain America: The Winter Soldier (2014)
  10. Guardian of The Galaxy (2014)
  11. Avengers: Age of Ultron (2015)
  12. Ant-Man (2015)
  13. Captain America: Civil War (2016)
  14. Doctor Strange (2016)
  15. Guardian of The Galaxy vol 2 (2017)
  16. Spider-Man: Homecoming (2017)
  17. Thor: Ragnarok (2017)
  18. Black Panther (2018)
  19. Avengers: Infinity War (2018)
  20. Ant-Man and The Wasp (2018)
  21. Captain Marvel (2019)

Wow, ternyata banyak sekali. Selama 11 tahun MCU telah memproduksi 21 film superhero. Dari sekian banyak film ini, hanya satu super hero yang berganti aktor, yaitu Incridible Hulk (2008). Selain itu ada dua film lainnya yang mengambil setting lawas, yaitu Captain America: The First Avengers (1945) dan Captain Marvel (1990).

Akhir dari The Avengers

Thanos berhasil menjentikkan jarinya dan membuat separuh alam semesta kehilangan penduduk. The Avengers dan semua bala bantuannya kalah telak. Beberapa di antaranya mati dan menghilang jadi debu.

Di film ini menceritakan bagaimana The Avengers berusaha membangun kembali kekuatan dari superhero yang tersisa. Termasuk bantuan dari superhero terkuat milik Marvel, Captain Marvel yang berhasil dipanggil Nick Fury sesaat sebelum menjadi debu.

Terdiri dari gabungan orang-orang dengan kekuatan luar biasa membuat mereka merasa  superior dan nyaris tidak terkalahkan. Selalu menang membuat mereka lupa bahwa kekalahan bisa datang kapan saja. Setidaknya itu yang diperlihatkan dalam beberapa film sebelumnya, kecuali Captain America: Civil War (2016) dan Avengers: Infinity War (2018). Hal yang tidak nyaris tidak pernah terlihat di film superhero manapun.

Dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki, tidak ada satu pun dari mereka yang siap dengan kekalahan. Tidak ada. Mereka yang terlihat kuat di luar ternyata sangat rapuh di dalam. Yang bisa dilakukan hanya pasrah dan menjalani kehidupan normal dengan lubang besar di hati.

 Barton Clint, Thor dan Black Widow adalah yang terlihat paling terpukul akibat jentikan jari Thanos. Hawk Eye berubah menjadi Ronnin dan terus membunuh. Thor yang kehilangan seluruh anggota keluarganya dan Black Widow yang tak pernah berhenti berharap.

Menghilangnya separuh makhluk di alam semesta meninggalkan banyak kehampaan. Bagi The Avengers yang tersisa, ini adalah pukulan telak. Kehilangan orang terkasih dan gagal menjalankan tugas—melindungi seluruh makhluk hidup. Bahkan mengalahkan Thanos tidak mengubah apa pun—yang menjadi debu tidak bisa kembali.

Lalu apa yang bisa mereka lakukan?

Aksi Carol Danvers yang Mengecewakan

Anggota The Avengers sejatinya adalah Captain America, Iron Man, Thor, Hulk, War Machine, Hawk Eye dan Black Widow yang diperkenalkan di film sebelumnya. Namun sekutunya terus bertambah dengan kehadiran Winter Soldier, Spider-Man, Ant-Man, Black Panther, Doctor Strange dan yang terbaru adalah Captain Marvel.

Jadi, meski mereka telah bergabung dan bekerja sama, 7 anggota utama yang paling mendapatkan porsi di film ini. Itu yang sebenarnya membuat saya dan mungkin beberapa penonton lain sedikit kecewa. Terutama Captain Marvel sebagai superhero terkuat yang mendapatkan peran tidak banyak. Padahal banyak yang memprediksi kekuatannya lebih hebat dibanding Thanos.

Sebelum menonton film ini, saya kira Captain Marvel akan menjadi aktor utama dalam misi The Avengers yang tersisa untuk mengalahkan Thanos. Namun prediksi saya salah besar. Captain Marvel ternyata tak lebih dari aktor pembantu—meski perannya cukup penting.

Tapi itu tidak terlalu penting, karena sejatinya film ini didedikasikan untuk 7 anggota utama The Avengers. Terlebih bagi anggotanya yang gugur. Ups, saya tidak menyebutkan siapa yang gugur. 😀

Penutup

Sebagai film terakhir The Avengers, penggemar tentu menantikan aksi-aksi yang waah di film End Game. Meski sedikit kecewa dengan aksi Carol Danvers, namun untuk keseluruhan film ini luar biasa. Captain America dengan kemampuannya yang tidak diduga, transformasi Hulk, Thor dan Hawk Eye, aksi heroik Iron Man dan harapan yang tak pernah putus dari Black Widow.

Teriak histeris, tetup tangan, hingga isak tangis menghiasi studio bioskop. Melihat dari respon tersebut, sepertinya saya harus akui film ini sukses menjawab ekspektasi tinggi penonton.

Meski  MCU fase ketiga era The Avengers Captain America cs akan segera berakhir—ditutup oleh film Spider-Man: Far From Home—tidak berarti film Marvel akan benar-benar berakhir. Penulis memprediksi akan ada The Avengers generasi selanjutnya yang diisi beberapa anggota baru dengan Captain Marvel sebagai pemimpinnya. Who knows?

Apalagi ada beberapa karakter yang bisa dikembangkan, seperti Spider-Man, Black Panther, Doctor Strange, Ant-Man dan Guardian of Galaxy dengan anggota barunya. Selain itu, ada kabar juga bahwa Marvel tengah mulai memproduksi kumpulan superhero selanjutnya, yaitu The Eternals.

Menarik ditunggu film-film menarik dari MCU fase keempat. Tapi yang jelas, era The Avengers sudah berakhir.

Please follow and like us: